Missionary Cardiologist Doctor soon to be

"Nothing's impossible with God" Matthew 19:26

Missionary Cardiologist Doctor soon to be

"For surely there is a future, and your hope will not be cut off" Proverbs 23:18

Missionary Cardiologist Doctor soon to be

"Because if you confess with your mouth that Jesus is Lord and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved" Romans 10:9

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Missionary Cardiologist soon to be. Nothing's impossible with God.

Rabu, 09 April 2014

Sebuah Keputusan

 Holahooooo :D

Oke guys, kali ini gue mau sharing tentang sebuah keputusan yang sudah gue ambil.
Mungkin efek dari keputusan yang gue ambil ini membuat sebagian orang menganggap gue sok atau munafik atau yang semacamnyalah.

Mungkin kebanyakan orang menganggap efek dari keputusan yang gue buat ini jadi membuat gue lebay.
Yaaaa terserahlah yaaa semua orang berhak berpendapat tetapi inilah keputusan gue untuk hidup gue.

What is that?
Ya! I decided to receive and follow JESUS.

"Laaah bukannya lo dari lahir udah Kristen fan?"

Ya, gue emang dari lahir emang Kristen tapi itu hanya sekedar Kristen yang gue bawa dari lahir.
Dulu gue hanya pergi ke gereja karena sekedar kewajiban tiap minggu. Dulu gue gak kenal secara pribadi siapakah Yesus itu? Ya gue tau Dia menebu dosa gue dan gue pasti selamat kalo percaya sama Dia. Tok itu doang! Itu juga karena gue diberitahu oleh bokap dan belum mengalami kasih Kristus itu seperti apa. Tapi sikap-sikap gue? Karakter-karakter gue? Kata-kata gue? Semua sama kayak orang yang gak kenal Kristus. NOL BESAR!!!

Tapi karena suatu kejadian, Yesus menangkap hati gue. Gue menerima dan mengalami kasih Kristus secara pribadi. Sejak saat itulah gue membuat keputusan untuk menerima dan mengikuti Yesus. Gue merasakan kasihNya yang luarbiasa. Semakin hari karakter gue Dia bentuk, semakin hari gue makin mengerti akan kasih Tuhan dalam hidup gue. Gue pun berkomitmen untuk hidup bersama-sama dengan Dia. Taat kepada apa yang Dia katakan. Bersikap radikal sebagai anak muda. 

Entah kenapa semenjak gue memutuskan sebuah keputusan itu yaitu menerima dan mengikuti Yesus, gue semakin mau untuk semakin serupa dengan Dia. Berkata sama seperti Dia, bersikap sama seperti Dia dan taat kepada apa yang Dia katakan.

Semenjak gue mengalami kasih Tuhan secara pribadi, gue semakin mau untuk hidup radikal. Hidup melawan arus dunia.
Disaat anak-anak muda atau orang-orang di dunia ini mengejar dan melakukan apa yang ada di dunia tetapi Roh Tuhan yang ada di dalam gue sekarang membuat gue untuk hidup berbeda dari mereka.

Yaaa, gue sadar banyak banget orang yang menganggap gue yang sekarang ini lebay, fanatik, sok, dan sebagainya. Apa-apa ngomong ttg Dia apa-apa dihubungkan dengan FT.
Sebagai manusia gue juga sering merasa tersinggung dengan mereka tapi disaat itu gue dihibur Tuhan dan diingatkan Tuhan kalo keputusan yang gue buat itu benar dan Dia menyuruh gue untuk mendoakan mereka. Gue selalu diingatkan Tuhan untuk terus meneguhkan hati gue dan tetap setia sampai akhirnya. Karena Dia akan datang kelak pada akhir jaman untuk menghakimi semua orang.

Keputusan yang gue buat ini yaitu hidup baru di dalam Kristus gak berarti gue bebas dari kesalahan. Gue tetaplah fany seorang manusia. Gue masih punya kelemahan dan kekurangan. Gue masih juga jatuh dalam dosa. Tetapi inilah beratnya. Disaat orang lain tau kalo lo udah jadi pengikut Kristus, kesalahan atau dosa lo yang sedikit aja sudah menjadi buah bibir orang-orang dan mereka pasti langsung mencibir lo.

Tidak jarang mereka bilang ,"Katanya udah lahir baru? Katanya udah terima Kristus? Katanya udah ikut Kristus? Kok kayak gitu sih? Kok kayak gini sih?"

Godly man/woman itu bukan berarti gak pernah jatuh dalam dosa, tetapi mereka akan langsung bangkit dari dosa dan gak akan betah hidup dalam dosa itu. Mata dan hati mereka tetap tertuju kepada Kristus.

Tapi gue juga memutuskan untuk gak mendengar apa yang mereka katakan. Karena siapa gue itu bukan ditentukan oleh apa yang orang lain katakan tentang gue, tetapi apa yang Tuhan katakan tentang gue.

So guys, Ikut Tuhan Yesus itu emang gak mudah. Tetapi Dia selalu melindungi kita. Semua janji-janjiNya itu YA dan AMEN. Saatnya lo juga hidup radikal. Gak usah ragu! Kristus sedang membutuhkan anak muda yang radikal untuk menjadi alatNya di dunia ini. Hidup lo itu dijamin oleh Dia. Gak jamannya lagi hidup suka-suka hati lo dan ikut dunia. Gak jaman lagi hidup suam-suam kuku dimana 50% ikut Tuhan dan 50% ikut dunia. Lo harus buat keputusan sekarang!

Jadi ini keputusan gue... Hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Taat dengan apa yang Tuhan katakan. Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri. Menjadi radikal untuk Kristus dan mendoakan orang-orang.

Jadi apa keputusan lo?

Tetap berada di zona nyaman lo?
Atau berpindah dari zona nyaman lo?

 50% ikut ikut Kristus, 50% ikut dunia, 100% ikut Kristus, atau 100% ikut dunia?

Ambil keputusan lo sekarang sebelum terlambat!




"Tuhan di pihakku. Aku tidak takut. Apa yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. -Yosua 1:7-
Jesus loves you all,

-fhannpaull-


Selasa, 08 April 2014

Ujian


Haiii apa kabar? :D
Gue baru buka blog lagi nih. Bukannya gak mau tapi gak sempet. Hehe
Pas ada kesempatan bisa buka lagi, yoweslah gue buka sekalian gue permak sedikit ini blog biar 'agak' sedikit bagus. Meskipun belum selesai. Hahaaaaa

Yaudahlah ya curhatnya tentang kenapa lama gak buat postingan terbaru tidak usah diperpanjang. wkwkwk Well, kali ini gue mau ngomongin tentang ujian.
Kenapa ujian??? Yaaap! Disamping gue emang habis melalui ujian yang melelahkan di kuliah dan mirisnya lagi setiap bulan gue harus melalui itu -.-", ujian ini emang sangat dekat dengan kita.

Jadi tuh awalnya gini. Minggu ini adalah minggu UTS dan kalo bisa dibilang, minggu ujian datang, datanglah juga minggu stress, penuh dengan ke hectic an, dan carut marut. Bukan hanya itu aja. Tubuh pun jadi gak sehat. Setiap malam harus sedia kopi!! Bahkan saat ini beberapa kopi udah gak mempan sama gue -___-" Ya, mungkin kalian pikir itu lebay banget tapi itulah yang terjadi. Mau gimana lagi???? Ujian di fakultas ini berbeda daripada yang lain, apalagi dengan mata ujian yang namanya ujian lisan. sensasinya itu benar-benar gak bisa di deskripsikan. Kalian harus merasakannya sendiri. wkwk.
Saat ini gue udah semester 6 dimana sudah banyaaaaaaaaaaakkk banget ujian yang udah gue lalui di fakultas ini. Gue pun menghitung-hitung tinggal berapa ujian lagi gue harus lalui untuk bisa selesai dari kampus ini??? Yeeesssssssssss!!! Rasa senang pun dateng saat gue tau gue hanya perlu melalui kalo gak salah 3 ujian lagi ditambah lagi sebentar lagi gue gak akan menghadapi ujian lisan itu lagi. Hahahahaaa. Lalu gue ngobrol-ngobrol lah sama temen gue mengenai ini. Dan kalian tau dia bilag apa???

"Siapa bilang cuma selesai sampai disitu? Masih banyak ujian lain"

Whoaaaaaaa saat itu gue SADAR!!!! Selesai gue nanti S. Ked (AMEN!), di dunia per koass an pun akan menghadapi ujian bahkan saat nanti gue kalo mau dapet gelar dr. dan saat nanti kalo mau ambil spesialis juga pasti ada ujiannya. huft.

Yaaaa UJIAN itu meskipun menyebalkan dan membuat perasaan kita campur aduk bahkan membuat kita bisa stress, tapi tanpa melalui ujian kita gak akan tau sudah seberapa baik kemampuan di diri kita. Tanpa ujian kita gak akan bisa naik ke level yang lebih tinggi. Ujian itu gak hanya dilakukan di institusi-institusi pendidikan.
Sadar ataupun tidak hidup kita pun melalui ujian-ujian. Bahkan saat menghadapi ujian-ujian kehidupan itu kita juga pasti sering merasa lelah, putus asa, stress. Kalo orang yang udah gak punya harapan lagi bisa sampai ada yang bunuh diri. Adapun orang yang sampai gak percaya lagi sama Tuhan karena ujian kehidupan yang mereka hadapi. Bahkan mereka mempertanyakan apakah Tuhan itu benar-benar baik? Apakah Tuhan itu benar-benar ada?

Disini gue mau bilang dengan SANGAT YAKIN Tuhan itu ADA. TUHAN ITU BAIK.

"Lalu, kalo Tuhan itu baik kenapa Dia membiarkan kita ada di keadaan-keadaan sulit saat ujian kehidupan?"

YA! Tuhan mengijinkan ujian-ujian kehidupan itu terjadi di dalam hidup kita, agar pribadi kita bisa lebih baik dari sebelumnya. Agar kita bisa menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.

Inget cerita Ayub???
Bagi yang belum tau atau yang lupa, gue cerita sedikit tentang kisah hidupnya.

Jadi tuh, Ayub orang yang saleh dan jujur, takut kepada Allah dan menjauhi kejahatan. Dia juga orang yang kaya dan keluarganya sangat diberkati Tuhan. Hingga pada suatu saat iblis melihat dia dan menguji dia.

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Ayub 1:8

Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Ayub 1:9

Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Ayub 1:10


Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Ayub 1:11

Setelah iblis meminta ijin kepada Tuhan untuk menguji dia, Tuhan mengijinkan. Lalu semua harta kekayaannya pun habis. Anak-anaknya meninggal dunia. Istrinya pun juga meninggal dia. Sahabat-sahabatnya juga meninggalkan dia dan menyuruhnya untuk mengutuki Tuhan. Sebenarnya bukan hanya itu. Ternyata Ayub juga mengidap penyakit yang membuat semua orang jijik kepadanya dan meninggalkannya. Ayub yang awalnya memiliki segalanya, sekarang dia tidak memiliki apapun.
Tapi apa yang dilakukan Ayub??? Dia sama sekali TIDAK mengutuki Tuhan dan tidak meninggalkanNya. Dia malah memuji nama Tuhan atas semua yang di alami kepada dirinya.

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Ayub 1:21

Lalu akhirnya Tuhan melihat kesetiaan dan kesalehan yang sebenarnya. Ternyata dia memuji Tuhan bukan hanya karena saat ada berkat yang melimpah tapi juga dia memuji Tuhan meski dia berada di masa-masa sulit. Maka Tuhan pun mengembalikan keadaannya. Bahkan Tuhan memberikan berkat berkali-kali lipat dari sebelumnya kepada Ayub. Sekian.

Naaaaahhh, Tuhan mengijinkan kita menghadapi masa-masa ujian kehidupan bukan karena Dia jahat tetapi Dia mau kita gak menjadi anakNya yang manja dan begitu-begitu aja. Dia mau kita menjadi orang yang luarbiasa yang memiliki karakter yang luarbiasa yang tidak segera jatuh saat angin sakal menerjang kita. 

Sama seperti sebuah emas. Emas itu harus dimurnikan dahulu di dalam api sebelum dia benar-benar menjadi emas yang berharga.
Sama juga seperti sebuah periuk. Sebuah periuk harus melalui proses yang panjang dan menyakitkan karena si tukang periuk harus membentuknya sebelum dia bisa menjadi periuk yang bagus dan memiliki manfaat yang luarbiasa.

"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." Ayub 23:10

Jadiii.... Gue belajar satu hal. Gue belajar untuk enggak mengeluh dan melihat suatu ujian itu sebagai pencobaan tapi itu adalah suatu berkat. Kenapa? Karena melalui ujian gue akan menjadi gue yang makin baik dari sebelumnya dan menjadi gue yang tahan uji. Gue belajar untuk gak fokus pada apa yang terjadi sekarang tapi gue belajar untuk melihat apa yang terjadi nanti didepannya dengan mata iman gue setelah gue menghadapi ujian gue yang mana Tuhan akan memberikan sebuah mahkota saat gue bisa menang menghadapi semua ini.
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. -Yakobus 1:12-
Satu hal yang gue tau. Tuhan tidak pernah memberikan yang jahat kepada anak-nakNya dan Dia tidak pernah menciptakan segala sesuatu tanpa suatu alasan. Dia tidak pernah menciptakan kegagalan. Dia selalu baik dari dulu, sekarang sampai selamanya. Tapi kitalah yang menjauh dari Dia yang membuat segala rencanaNya itu tidak terjadi kepada kita.

Gue juga belajar untuk mengandalkan Tuhan. Tanpa bersama Tuhan gue gak akan bisa menghadapi semua ujian yang gue alami sepanjang ini. Gue bisa bertahan karena DIA, Yesus Kristus.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! -Yeremia 17:7-
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. -Yeremia 17:8-
Jadiiiii buat kalian semua yang juga lagi dalam ujian. Mau itu sangat ringan, ringan, berat, sangat berat, sangat amat berat.... BERTAHANLAH! ANDALKAN TUHAN! BERSEMANGATLAH!!!!
Karena Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita. Kita hanya perlu kembali kepadaNya. Kasih Tuhan itu sungguh luarbiasa untuk kita. Dia mengasihi gue. Dia mengasihi kalian  juga. Tidak ada yang terlalu sulit atau  terlalu mudah bagi Tuhan untuk menolongmu dari masa-masa ujianmua.

JANGAN MENGELUH!!
ANDALKAN TUHAN!!!!!
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. - 1 Korintus 9:25-







Tuhan Yesus memberkati,


-Fhannpaull-







Senin, 13 Januari 2014

Thankyou for you



Tulisanku kali ini saya dedikasikan untuk dia, seorang kakak rohani yang membuatku bisa bertumbuh seperti ini.
Saya mempelajari suatu hal. Setiap manusia itu memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Tak ada satupun manusia yang memiliki hanya sebuah kelebihan atau hanya sebuah kelemahan.
“Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan” 2 Korintus 8:14
Begitu juga dengan dia. Ada kelebihan dan kelemahan yang terdapat di dalam dirinya. Mungkin kelemahan dia itu membuat orang lain disekitarnya tidak nyaman bahkan mungkin ada beberapa yang membenci bahkan mungkin menjauhinya. Kalo boleh di bilang mungkin benar dia orang yang emosian, agak sedikit galak dan mungkin juga suka memaksakan kehendaknya. Ya, seperti yang saya bilang tadi setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Tidak seharusnya kita menjudge orang itu lebih buruk atau lebih baik dari kita karena kita juga tidak lebih baik dan tidak lebih buruk dari orang itu.
Saya akan menceritakan pertemuan kami. Sebelum saya masuk ke Fakultas Kedokteran UPNVJ saya mencari-cari ada atau tidaknya persekutuan Kristen di kampus ini dan saya berdoa semoga ada persekutuan Kristen di kampus ini. Ternyata doa saya di jawab bahkan saya satu kos dengan senior yang juga anggota dari PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen). Saat itu saya sangat bersyukur. Kami pun berkenalan dan dia bercerita banyak mengenai PMK dan Tuhan Yesus. Pada saat sudah masuk masa inbound, para maba diperkenalkan oleh BK (Badan Kelengkapan) di fakultas itu. PMK juga merupakan salah satu BK tersebut. Well, disana saya berkenalan dengan persekutuan itu dan para pengurus serta anggota-anggotanya. Disaat itu saya memberitahukan bahwa saya satu kosan dengan dia tapi aneh sekali ekspresi beberapa orang di sana. Beberapa hari kemudian dia mengajak kami (PMK 2011) karaoke dan disitu ada 2 orang senior lagi yang ikut. Disini mereka seperti sedang memprotect kami dan terlihat sekali wajah mereka agak kuatir terhadap kami. Tapi saya tidak menghiraukan perasaan itu. ‘Mungkin hanya asumsi aja’ ujarku dalam hati saat itu. Semakin lama saya mendengar hal-hal yang berbeda tentang dia. Suatu hal yang sangat berbeda yang telah dia lakukan terhadap saya. Mungkin ini karena sifatnya yang galak, emosian dan suka maksa jadi setiap orang yang kena tegur dia merasa sebal dan kesal.
Disini saya tidak akan membicarakan mengenai kelemahannya karena itu bukan hal yang berguna. Kembali lagi saya mengingatkan setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing dan tidak seharusnya seseorang membahas kelemahan dari orang itu. Akan tetapi sebaiknya kita saling tolong-menolong supaya ada keseimbangan. Disini saya akan mengucapkan banyak terimakasih buat dia. Saya tidak peduli orang lain berkata apa atau berpikir apa tentang dia. Meski banyak yang membenci atau menjauhi dia. Saya tidak peduli meski banyak juga orang yang meledek saya karena dekat dengan dia. Tapi dia adalah sosok kakak yang kuat banget. Sosok kakak yang tegar banget. Dia juga sosok kakak yang carebanget ke adik-adiknya. Kakak yang sangat mengasihi adik-adiknya. Kalau bukan melalui dia yang merupakan saluran Kristus, gak ada Fany yang seperti ini. Fany yang terus-terusan haus akan Tuhan, Fany yang lebih intim dengan Kristus, Fany yang peduli akan orang lain, Fany yang sangat memiliki karakter yang berbeda dari sebelumnya. Terimakasih untuk komsel yang kakak pimpin selama ini. Komsel itu benar-benar sangat membangun. Meski sekarang sudah tidak berjalan lagi seperti sebelumnya tapi jujur saya rindu komsel itu. Meski kadang pembelajaran yang dia berikan atau pun perkataan yang dia lontarkan keras tapi itu semua untuk membangun saya. Terimakasih untuk perjuangannya selama ini tapi lain kali harus lebih hati-hati dan jangan berbuat itu lagi ya kak :’)
Selamat udah jadi dokter muda, Kak. All of the best prayers I send just for you. I hope you are always be salt and light, lebih bijaksana, terus semangat, terus down to earth, don’t give up untuk visi yang udah Tuhan kasih dan maaf untuk semua hal yang udah buat kakak marah atau sakit hati. Aku mengasihimu kak. I didn’t mean for it :”)
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” Amsal 17:17
Thankyou sist.
-fhannpaull ^^-